Kerja di Luar Negeri

logo_monster_com
Beberapa hari lalu, om Riki buzz!! saya, dan langsung memberikan link http://www.detikinet.com/read/2009/05/08/164335/1128484/398/sdm-it-lari-ke-luar-negeri-pemerintah-diminta-waspada ini sambil tersenyum lalu.
Memang waktu itu saya sedang hot-hotnya dapat tawaran kerja di negeri tetangga, tapi berhubung harga tidak cocok, ya sudah find another else.

Trus kenapa sih saya juga mo ikut-ikutan kerja di luar negeri?, kalo menurut pandangan saya yang sederhana ini ada beberapa diantaranya kenapa saya mau kerja di negeri orang.

1. Penghasilan yang tinggi
Ini bukan gosip semata, apa lagi sih yang dicari jikalau kerja diluar negeri kalo bukan ini -penghasilan yang tinggi-, bayangkan saja anda di sini kerja banting tulang (24×7), lalu lembur disaat weekend dan standby pada waktu liburan, tapi kesejahteraan yang didapat sungguh jauh dari yang diharapkan, nah bandingkan dengan kerja di luar negeri, misal jam kerja / waktu sama seperti yang disebutkan diatas, so pasti output yang didapat sangat jauh-jauh berbeda dengan yang ada disini, wong! office hour aja berlimpah apa lagi 24×7 bo..yess! saving, saving, and saving the money for the future, kids.

2. Go! Internasional
Selain anggun, agnes dan teman-teman saya lainnya :D,
orang-orang IT harus go! internasional, karena apa, ya karena guna mendukung karirnya dimasa yang akan datang.
contoh simple dinegeri kita ini, selain legalitas, di negeri kita (… beautiful city) yang masih primitif, linglung dan bahkan terkesan norak!, saya pernah mendengar bawah lulusan / minimal pernah kerja diluar negeri, akan / pasti mendapatkan tempat yang terpuji, nah tidak ada salahnya juga untuk memanfaatkan momen seperti ini. Tetapi ingat harus tetap menghasilkan output, kreatifitas, inovasi yang lebih guna mendukung kemajuan negeri kita tercinta ini. kill the hiphop, long live rock n roll.

(more…)

Read More

IP multipathing on Solaris 10 with Hanic (NIC Redundancy with one IP)

ipmp Hanic adalah (NIC Redundancy with one IP), Hanic ini buatan Partha Subramanian dan terbuat dari skrip perl, Hanic ini lebih simple dibanding IPMP default bawaannya solaris, di Hanic kita tidak perlu untuk mendefined segala kebutuhan di masing-masing NIC, cukup install, jalankan, dan NIC anda sudah siap untuk failover.

Langsung aja kita mulai step by stepnya.

1. Download Hanic as usually

bash> wget http://www.sun.com/bigadmin/scripts/submittedScripts/hanic.tar.gz

2. Define NIC anda

bash> ifconfig e1000g0 plumb
bash> ifconifg e1000g1 plumb
bash> vi /etc/hosts
192.168.85.3    training.bascomp.org    training

3. Install Hanic di Solaris anda

bash> gunzip hanic.tar.gz|tar xvf -
bash> cd hanic
bash> chmod +x *
bash> ./hanic.install

Ikuti petunjuknya,
lalu define NIC untuk primary dan secondary, lalu masukan IP & Netmasknya, dan restart system.

bash> init 6

(more…)

Read More

Equipment for Engineer

Menjadi seorang IT engineer menurut teman-teman yang sudah berpengalaman adalah susah susah gampang, susahnya kalo dipertemukan permasalahan yang bikin kepala sakit dan tidak bisa tidur dalam beberapa hari karenanya, ditambah lagi si user terhormat yang bikin hati jengkel senang.

Nah selain semuanya itu diatas tadi menjadi seorang engineer terkadang juga cukup merepotkan, bayangkan saja, dalam backpack-nya terdapat berbagai macam peralatan-peralatan yang kadang bikin pundak pegel karenanya, mau tau apa aja, silahkan simak dibawah ini.

1. Notebook + Charge-nya
Tipe: Critical
Alasan: Engineer tanpa notebook, apalah artinya. Notebook tanpa charger apalah daya.

2. Kabel console
Tipe: Mayor
Alasan: Kabel console ini diperlukan untuk direct koneksi ke server, jikalau remote koneksi bermasalah atau susah mendapatkannya,
kabel console ini juga bermacam-macam, tergantung kebutuhan dari sang engineer itu sendiri, jikalau dedicated untuk tipe mesin tertentu, misal sun/hp akan sangat-sangat menguntungkan, tapi jikalau meng-handle berbagai tipe mesin (sun/hp/ibm/fujitsu) seperti saya bakal akan sangat-sangat merepotkan.-nasib

3. Thermos/Tempat Minum
Tipe: Critical
Alasan: Jangan pernah mengharapkan sang user terhormat akan mengambilkan secangkir kopi, teh, lemon tea atau susu hangat kepada anda disaat anda membutuhkannya, oleh karenanya alasan untuk membawa tempat minum ini sangat-sangat dianjurkan, tapi jangan lupa untuk mengisi thermosnya sebelumnya.

(more…)

Read More

Create Raid with Mdadm

RAID_1Enaknya jadi Vendor, bisa jalan kesana bisa jalan kesini, ya ini merupakan kesibukan baru saya setelah 2 tahun lalu duduk manis jadi end-user di operator gsm sebagai tukang begadang.

Beberapa hari lalu di tempat client dibilangan pancoran kita sempat diskusi mengenai permasalahan RAID, baik dari segi baca tulis, I/O performance maupun dari segi lainnya, runut dirunut akhirnya didapatkan kesepakatan untuk menggunakan RAID-1 khusus digunakan untuk system operasi, aplikasi dan juga log file dari aplikasi tersebut, sedangkan untuk RAID-5 digunakan untuk data history dari system aplikasi tadi.

Sangat kebetulan operating systemnya menggunakan RHEL 5.2, sedang untuk tipe mesin yang digunakan adalah HP ProLiant DL380 G5, yang sayangnya smart array nya tidak digunakan dengan alasan tidak kompatibel dengan aplikasinya, tapi setidaknya itu memberikan keuntungan, karena apa?, karena jikalau smart array jadi digunakan, notabene saya tidak akan menulis postingan ini..hehehehe.

Oh ya yang tidak dibahas disini adalah cara installasi menggunakan “software raid” di RHEL, anda bisa mencari dokumentasinya di google atau bahkan di kbase (knowledge base) nya RedHat itu sendiri.

RAID_5Oke masih dengan pembahasan teknis, jadi langsung saja kita membuat RAID-5 yang dimana digunakan untuk data history dari aplikasi seperti yang saya jelaskan diatas tadi, untuk RAID-5 ini kebutuhan disk yang dibutuhkan adalah minimal 3 (n+1 ; n >1), tapi kita disini menggunakan 5 buah disk.

Check paket dari mdadm (linux software raid)

rpm -qa|grep mdadm
mdadm-2.6.4-1.el5

(more…)

Read More

Setting Huawei E220 di Ubuntu 8.10 ( Intrepid )

E220DATUO Pembahasan mengenai setting modem huawei e220 ini sebenarnya sudah layak dibilang basbang ( basi banget ), anda bisa mencarinya di google, mulai dari yang console based maupun yang gui based.
Tapi untuk kepentingan dokumentasi ( pribadi pastinya ) tidak ada salahnya dibahas lagi,
Untuk kali ini kita akan membahasnya mulai dari console based menggunakan wvdial, dan gui based menggunakan vodafone-mobile-connect dari vodafone,
untuk penggunaan network applet dari ubuntu sendiri tidak digunakan, dikarenakan sering bermasalah dengan keyringnya.

Oke kita mulai pembahasan basbang ini, dengan menggunakan wvdial.
Pertama jangan lupa untuk mencolokkan modem huaweinya di laptop/pc anda, lalu lakukan langkah berikut dibawah ini.

dmesg |grep ttyUSB
[  568.895434] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
[  568.895528] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
lsusb |grep Modem
Bus 001 Device 003: ID 12d1:1003 Huawei Technologies Co., Ltd. E220 HSDPA Modem / E270 HSDPA/HSUPA Modem

Terlihat bahwa Huawei terditeksi dengan sempurna di ubuntu, Hellya windows

sudo wvdialconf
Editing `/etc/wvdial.conf'.
 
Scanning your serial ports for a modem.
 
Modem Port Scan<*1>: S0   S1   S2   S3
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
 
< .... >
 
Found a modem on /dev/ttyUSB0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyUSB0: Speed 9600; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
ttyUSB1: Speed 9600; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"

(more…)

Read More

ORA-08104

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan error “ORA-08104” di database warehouse di kantor, dikarenakan di “kill” nya proses “rebuild index online” nya, sehingga menyebabkan index tersebut menjadi tidak valid.

Dan berdasarkan referensi dari metalink note.375856.1, disitu dinyatakan bahwa error tersebut terdapat relasi dengan BUG 3805539, yang nyatanya issue tersebut harusnya sudah fix di Oracle Ver. 10.2.0.1, Tapi nyatanya di database warehouse saya yang notabene adalah Oracle Ver. 10.2.0.4.0 dan miskin downtime masih terdapat error tersebut.

Tilik ditilik ternyata didapatkan 2 solusinya, yaitu dengan mengganti flag pada “SYS.IND$” tersebut, atau menggunakan “dbms_repair.online_index_clean” sesuai dengan note.375856.1 tadi.

Oke pertama kita gunakan solusi yang pertama dengan menganti flag pada “SYS.IND$” tersebut.
1) Kita cari dulu “object ID” dari index yang bermasalah itu

SELECT obj# FROM sys.ind$ WHERE bitand(flags, 512)=512;

2) Update flag untuk “object id” tersebut.

1
2
UPDATE sys.ind$ SET flags = flags - 512 WHERE obj# = 317358;
commit;

3) Drop and recreate the index

Disini setelah update flag, ternyata index tidak bisa didrop, malah muncul error “ORA-00054: resource busy and acquire with NOWAIT specified”, puih..

Oke saya anggap gagal, Next kita coba solusi berikutnya,
1) Kita cari dulu “object ID” dari index yang bermasalah itu

SELECT i.obj#, i.flags, u.name, o.name, o.type#
FROM sys.obj$ o, sys.user$ u, sys.ind$ idx, sys.ind_online$ i
WHERE  bitand(i.flags, 512) = 512 AND o.obj#=idx.obj# AND
o.owner# = u.user# AND idx.obj#=i.obj#;

2) Execute DBMS_REPAIR.ONLINE_INDEX_CLEAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
DECLARE
RetVal BOOLEAN;
OBJECT_ID BINARY_INTEGER;
WAIT_FOR_LOCK BINARY_INTEGER;
 
BEGIN
OBJECT_ID := 317358; --ini Object ID Hasil dari Kueri 1
WAIT_FOR_LOCK := NULL;
 
RetVal := SYS.DBMS_REPAIR.ONLINE_INDEX_CLEAN ();
COMMIT;
END;
/

Setelah proses clean up diatas berhasil, coba lakukan DML ke dalam tabel dimana index tersebut berada.
Dijamin tokcer, tanpa perlu bouncing databasenya.

Read More

Next Generation Sysadmin

Hari ini bakal kehilangan temen di sysadmin lagi, harapan membuat “next generation sysadmin” di kantor jadi semakin padam, ide-ide sedikit demi sedikit mulai dipendam dalam hati, support sudah mulai dikurangi, yah mau gimana lagi, masa depan memang kita yang menentukan sendiri, kalau ada yang lebih baik, kenapa tidak.

selamat berjuang kawan

Read More