Traveling Book

Yes!!, akhirnya postingan ini berhasil dituntaskan juga, setelah sudah cukup lama mengendog di draft, maklum akhir-akhir ini sedang sibuk-sibuknya mengomentari status temen-temen di situs “bukumuka“. *wakwakwak*
Ketiga buku pada gambar disamping yang kesemuanya mengambil tema tentang traveling ini, sungguh-sungguh merupakan bacaan yang amat sangat menarik hati -menurut hati saya tentunya-, ya sekedar melepas lelah dan jenuh dari bacaan yang berkaitan tentang seputar dunia informasi dan teknologi. *sigh*
Mulai dari samping kiri ada Perucha Hutagaol alias Trinity dengan “naked traveler“nya yang laris manis, lalu posisi tengah diisi oleh Kang Sonson Ns dengan “Merencanakan Sendiri Jalan Jalan Keliling Dunia” dan yang terakhir ada mas Andrei Budiman dengan “Travellous” nya.
Kalo mau dirunut dimana harus memulai membaca mungkin gambaran sederhananya bisa seperti ini, pertama kali kita wajib membaca bukunya kang sonson, karena kita tidak mau perjalanan yang harusnya menyenangkan jadi malah membuat mimpi buruk buat kita bukan.
Didalam buku kang sonson yang dimana motonya kurang lebih sebagai buku panduan dalam merencanakan perjalanan ke luar negeri, terdapat berbagai macam bahasan dan informasi yang menarik, mulai dari merencakanan berpergian yang mencakup bahasan tentang bagaimana memilih waktu dan rute yang tepat serta merencanakan bujet yang diperuntukan dalam perjalanan nanti lalu ditambah bahasan yang menarik lainnya seperti bahasan tentang bagaimana cara pembuatan visa, paspor, serta tip dan trik dalam akomodasi, pemilihan transportasi serta metode dalam perlindungan diri.
Lalu dilanjut dengan bukunya trinity dengan “naked traveler” nya, buku yang merupakan kumpulan catatan harian dari penulisnya dan memuat berbagai info mengenai budaya lokal dari negara yang trinity singgahi serta memuat tempat-tempat wisata diberbagai belahan dunia yang jarang terjamah oleh pihak tour dan travel, salut juga buat mba “trinity” yang memulai perjalanannya sekitaran tahun 90 an, yang pada saat bersamaan saya masih asik ngemut permen dengan seragam putih biru saya. *hiks*
Sedang sebagai penutupnya adalah “travellous”nya mas andrei, travellous sendiri berisi tentang jurnal sang penulis mengenai perjalanan di dan ke luar negeri mulai dari susah, senang hingga kisah percintaan sang penulis sendiri, buku ini tambah menarik karena ditambah gaya bahasa yang khas para penulis populer, yang membawa pembaca seakan ikut serta larut dalam emosi suasana perjalanan dari sang penulis, amazing.
Sewaktu membaca “chapter 02″ yang membahas perjalanan ke eropa, sekilas mirip dengan perjalanan “edensor” nya kang andrea hirata, dari mulai mencari informasi mengenai perjalanan selanjutnya, dilanjut dengan hitchhiking -ini yang paling gue suka- dan ditambah lagi menemukan satu kota impian, kota impian yang menawarkan berbagai kemurnian serta keindahan didalamnya.
Kesimpulannya setelah membaca travellous ini saya malah berharap akan ada kelanjutan dari ceritanya, jadi mungkin bukan sekedar journal pribadi saja dari perjalanan pribadi dari sang penulis, tapi malah menjadi novel fiktif tentang sebuah perjalanan dengan konsep dwilogi,trilogi atau tetralogi.
Ya buku tentang “…mimpi-mimpi yang terucap diketinggian ribuan kaki…”
Moral dari cerita:
Lakukanlah traveling disaat kita masih muda (trinity), dan betapa sebuah mimpi kalo diyakini akan menjadi kenyataan (travellous)
Next traveling book wanted
“Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar” dan “Traveler’s Tale”
Ps:
Thanks to mas Andrei yang sudah meluangkan untuk kasih tanda tangannya di buku travellous gue
“Keep ur spirit travel rock’in!”
*siap-siap bekpek di bulan juli, hiks*


11 Comments