Saya suka windows hanya karena keluarga adobe, corel dan beberapa program disain lainnya, (dos, solitare is sucks), saya juga suka ubuntu karena membuat linux "seakan" menjadi lebih mudah (menurut pandangan saya), tapi kadang selalu nge-lag dalam menjalankan program disain (linux is sucks), saya sangat suka bekerja di unix environment karena kestabilan dan nyata kehandalannya, tapi saya lebih suka macintosh karena semuanya.
Oleh karenanya mungkin pemerintah (mesti saya tidak tahu yang disebut pemerintah itu yang seperti apa, dan apa pemerintah itu ada saya juga kurang mengenal sosoknya, *sigh*) harus mengganti slogan "Indonesia Goes to OpenSource" menjadi "Indonesia Goes to Macintosh"
*no links/ads to source*
Postingan kali ini yang sudah
Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti ujian dengan kode HP0-A01 atau yang dikenal dengan HP-UX 11i v3 System Administration, yup betul, exam ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi sebagai "HP Certified Systems Administrator (CSA)". Exam ini sendiri diperuntukan oleh System and network administrators, system integrators, support engineers, dan technical consultans yang sudah sering mengoperasikan system berbasis HP-UX ini kurang lebih satu tahun.

Hanic adalah (NIC Redundancy with one IP), Hanic ini buatan Partha Subramanian dan terbuat dari skrip perl, Hanic ini lebih simple dibanding IPMP default bawaannya solaris, di Hanic kita tidak perlu untuk mendefined segala kebutuhan di masing-masing NIC, cukup install, jalankan, dan NIC anda sudah siap untuk failover.